Kunjungan Setwapres Ri Ke Desa Labuapi, Apresiasi Keberhasilan Posyandu Melati 1 Tekan Stunting

Posted on PPID DESA LABUAPI     Tanggal 05-05-2026

Pemerintah Desa Labuapi menerima kunjungan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia (Setwapres RI) bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) pada Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, dan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke Dusun Labuapi Utara.

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pemantauan serta advokasi terhadap pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di tingkat desa. Desa Labuapi menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi karena dinilai berhasil menekan angka stunting, khususnya melalui layanan Posyandu Melati 1.

Sebanyak kurang lebih 50 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari unsur pemerintah desa, kader posyandu, tenaga kesehatan, serta perwakilan dari pemerintah daerah dan tim Setwapres. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari seluruh peserta.


Kepala Desa Labuapi, H. Amanah, S.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan perhatian dari pemerintah pusat terhadap upaya penurunan stunting di desa. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama semua pihak.

“Keberhasilan dalam menekan angka stunting di Desa Labuapi tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar H. Amanah, S.H.


Selanjutnya, Ibu Indira Oktaviani selaku perwakilan Sekretariat Wakil Presiden RI memberikan arahan terkait strategi nasional percepatan penurunan stunting. Ia menekankan pentingnya penguatan intervensi pada aspek kesehatan, gizi, serta lingkungan.

“Upaya penurunan stunting harus dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan cakupan imunisasi dasar lengkap, penggunaan alat kontrasepsi modern oleh perempuan, serta akses terhadap sanitasi yang layak. Ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya tujuan menghapus kelaparan dan menurunkan angka malnutrisi,” jelas Indira Oktaviani.

Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024–2029, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2029 dan 5% menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini didukung melalui Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Penurunan Stunting sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021.

Dalam paparannya, disampaikan bahwa berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, angka stunting nasional berada di angka 19,8%. Sementara itu, di Provinsi Nusa Tenggara Barat, prevalensi stunting masih menjadi tantangan dengan angka yang fluktuatif dan memerlukan perhatian serius melalui kolaborasi lintas sektor.

Rombongan Setwapres juga melakukan kunjungan langsung ke Posyandu Melati 1 di Dusun Labuapi Utara. Posyandu ini dinilai berhasil dalam menekan angka stunting melalui pendekatan pelayanan terpadu, termasuk pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi, serta penerapan program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk menerapkan pola hidup sehat melalui aksi ABCDE, yaitu aktif mengonsumsi tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan secara rutin, konsumsi protein hewani, kehadiran rutin ke posyandu, serta pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.

Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi bersama dan peninjauan lapangan terhadap sasaran stunting. Diharapkan melalui kunjungan ini, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa semakin kuat dalam upaya percepatan penurunan stunting, sehingga dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.




© 2025 Pemerintah Desa Labuapi Lombok Barat